Minggu, 16 Desember 2012


Nama : Katarina Kena Ujan
NIM  : 121434049
Tugas : Penulisan Ilmiah

 Di tugas ini saya memilih untuk menceritakan tentang “ Hewan Jerapah”
Jerapah adalah binatang tertinggi di planet ini, tingginya bisa mencapai 5,5 meter dengan berat 1.360 kg atau sekitar 20 kali lebih berat dari manusia dewasa. lidah jerapah panjangnya sekitar 53 cm, dan jerapah mampu berlari sekitar 55 km/jam saat di serang musuh. Jerapah tidur sekitar 1,9 jam per hari. Jerapah berkomonikasi dengan variasi bunyi yang dikeluarkannya.


Leher jerapah yang panjang memiliki 7 buah tulang sama jumlahnya dengan tulang leher manusia manusia. Leher yang panjang berfungsi untuk mengambil dedaunan di pepohonan yang tinggi dan juga sebagai bentuk pertahanan diri.

Dengan ketinggian sampai 5,5 meter, jerapah bisa melihat dengan jelas areal padang rumput tempat kumpulannya berada. Jika ada musuh seperti singa jerapah bisa melihatnya dan ia akan memberi tanda pada kumpulannya.

Jerapah bukan hanya bintang yang memiliki tubuh paling tinggi di muka bumi, namun ia juga binatang yang mengalami insomnia paling akut di muka bumi.Binatang yang tinggi dan memiliki leher yang sangat panjang ini merupakan mamalia yang membutuhkan waktu tidur paling sedikit. Jerapah hanya tidur 2 jam sehari, dengan tubuh yang melingkar. Dan seekor jerapah hanya akan berbaring tidak lebih dari 4 jam sehari.

  • Habitat hidup jerapah
Jerapah hidup di padang safanah di Afrika, mereka tidak suka hidup di hutan yang lebat karena menyulitkan untuk melihat musuhnya.

Jerapah hidup bersama-sama dalam satu kawanan, walaupun kawanan datang dan pergi silih berganti karena untuk membentuk kawanan-kawanan lain.

  • Makanan jerapah
Dengan lehernya yang panjang jerapah memakan dedaunan dari pohon-pohon di sekitarnya. Untuk memakan dedaunan, lidah jerapah yang panjangnya sekitar 53 cm sangat membantunya untuk merenggut dedaunan.

Daun mengandung kadar air membantu jerapah untuk tidak minum dalam jangka waktu yang lama setelah mereka minum. Jerapah sekali minum bisa mengahabiskan 40 liter air. Saat minum inilah pertahanan diri jerapah lemah karena lehernya lebih rendah sehingga pemangsa lebih mudah menyerang.

  • Siklus hidup jerapah
Jerapah betina melahirkan anaknya setelah hamil sekitar 15 bulan. Anak jerapah lahir dengan berat 68 kg dan tinggi 1,8 meter. Beberapa jam setelah lahir anak jerapah sudah bisa berjalan. Dalam minggu-mingu pertama pertumbuhan anak jerapah bisa satu centimeter perhari.


Anak jerapah sangat rentan terhadap pemangsa, hanya sektar 25 -50 % anak jerapah yang bisa tumbuh sampai dewasa. Jerapah bisa hidup sampai 25 tahun di alam liar dan 28 tahun di penangkaran.


Selasa, 27 November 2012

HEWAN LANGKAH DI INDONESIA


HEWAN LANGKAH YANG HAMPIR PUNAH DI INDONESIA

Nama            : Katrina Kena Ujan
NIM               : 121434049
Tugas            : Penulisan Ilmiah

Hewan langkah adalah spesies hewan yang populasinya semakin kecil dan memiliki resiko punah lebih tinggi. Di Indonesia daftar hewan langkah ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Dibawah ini adalah beberapa hewan langkah yang hampir punah. Diantaranya adalah:
1.       Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus)
badak jawa ini merupakan binatang endemik Pulau Jawa. Sekarang hanya dapat ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon. Diperkirakan populasinya kurang lebih sekitar 20 – 27 ekor.


Gambar : Badak Jawa (Rhinocerus sondaicus)

2.       Badak Sumatra (Dicherorcinus sumatrensis)
Badak sumatra ini nasibnya lebih baik dari Badak jawa, walaupun spesies ini terancam punah. Dikatakan bahwa pada tahun 2010 populasi spesies ini dibawah 200 ekor (menurut International Rhino Fondation,Virginia).

Gambar : Badak Sumatra (Dicherorcinus sumatrensis)

3.       Macan Tutul Jawa (Phantera pardus melas)
Nama lain hewan ini adalah Macan Kumbang. Populasi hewan ini terus menurun setiap tahun. Data terakhir menunjukkan bahwa populasi hewan langkah ini hanya berkisar sekitar 250 ekor.

Gambar : Macan Tutul Jawa (Phantera pardus melas)


4.       Rusa Bawean (Axis kuhlii)
Populasi hewan langkah ini hanya berkisar antara 250 – 300 ekor saja. Perlu di ketahui bahwa spesies ini merupakan hewan endemik dari pulau Bawean Kabupaten Gresik Jawa Timur. Hewan ini memiliki ciri khas yakni bertubuh mungil, memiliki ekor yang panjang mencapai 20 cm, dan berwana coklat keputihan pada lipatan bagian dalam.

Gambar : Rusa Bawean (Axis kuhlii)

5.       Harimau Sumatra (Phantera tigris corbetti)
Hewan ini merupakan satu-satunya sub spesies yang masih di miliki oleh Indonesia dan terancam punah. Data terkhir menunjukkan bahwa populasi spesies ini tinggal 400-500 ekor.


Gambar : Harimau Sumatra (Phantera tigris corbetti)